
Kritik terhadap Proses Penunjukan Ijazah Jokowi
Dokter Tifa, seorang pegiat media sosial, mengkritik proses penunjukan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap tidak transparan dan penuh manipulasi. Dalam gelar perkara khusus yang digelar di Polda Metro Jaya, penunjukan ijazah hanya berlangsung selama kurang dari 10 menit dan dilakukan di tengah malam, saat peserta sudah kehilangan fokus.
"Proses ini justru terasa seperti permainan ilusi transparansi," ujar Tifa dalam unggahan pribadinya. Menurutnya, penunjukan ijazah Jokowi dilakukan pada waktu yang hampir mendekati tengah malam, dengan kondisi ruangan yang sesak dan banyak orang hadir. Hal ini membuat pengamatan terhadap dokumen tersebut menjadi sangat tidak efektif.
Tifa juga menyampaikan kekecewaannya terhadap larangan ketat untuk menyentuh atau menguji langsung ijazah tersebut. Baginya, pembatasan akses fisik ini membatasi kemungkinan para ahli untuk membuktikan kebenaran materiil dari dokumen yang dipermasalahkan. "Tanpa memegang dan menguji secara sains, keraguan terhadap keaslian ijazah ini tidak akan pernah hilang," tulis Tifa.
Selain itu, ia merasa heran mengapa ijazah Jokowi dibuka di akhir gelar perkara. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mempermainkan psikologis para pemerhati ijazah lainnya dan media yang sudah lelah menantikan jalannya gelar perkara. "Ini adalah bagian dari trik atau permainan akal-akalan polisi," tegas Tifa.
Dokumen Pendukung yang Menyimpan Inkonsistensi
Di luar bukti fisik ijazah, Tifa juga membongkar adanya ratusan dokumen pendukung lain yang dinilai memiliki banyak inkonsistensi. Beberapa poin yang diragukan antara lain transkrip nilai yang dianggap berantakan hingga status registrasi program studi yang tidak sinkron. Selain itu, ada dokumen skripsi dengan penomoran tahun yang tidak masuk akal serta catatan KKN yang dilakukan sebanyak dua kali.
Tifa menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menyita sekitar 700 dokumen dari UGM yang kini menjadi fokus penelitian lanjutan timnya. Dokter Tifa bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar berkomitmen untuk tetap melanjutkan penelitian tentang keaslian Ijazah Jokowi.
Kesamaan Ijazah Jokowi dengan yang Beredar
Pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menjelaskan bahwa ijazah Jokowi yang disita oleh polisi ternyata memiliki kesamaan dengan yang selama ini beredar di publik. Menurutnya, ijazah Jokowi yang ditunjukkan dalam gelar perkara khusus sesi pertama masih disita kepolisian, bukan berarti ijazah asli mantan Wali Kota Solo itu.
"Ciri fisik paling utama dari ijazah Jokowi yang ditunjukan adalah adanya foto seorang laki-laki berkacamata. Jadi artinya, yang ditunda-tunda atau tidak kunjung ditunjukan, end of faktanya adalah sama dengan apa yang di-upload oleh Dian Sandi (kader PSI)," ujar Khozinudin.
Ia menegaskan bahwa pihak yang berwenang untuk menyatakan ijazah Jokowi asli atau palsu adalah hakim. "Karena kewenangan penyidik tidak sampai kepada menyimpulkan bukti, kesimpulan itu nanti di persidangan," tambahnya.
Keraguan terhadap Pasfoto Jokowi
Dalam kesempatan lain, pakar telematika Roy Suryo mengaku merasa ada kejanggalan soal pasfoto yang tertempel di ijazah Jokowi. Ia menilai usia pasfoto yang tertempel di ijazah Jokowi itu masih terbilang baru karena warna tintanya masih tajam. Roy Suryo pun meragukan pasfoto di ijazah Jokowi itu sudah berusia lebih dari 40 tahun.
"Saya dengan lantang dan tegas mengatakan saya sangat ragu bahwa itu usia sudah lebih dari 40 tahun. (Pasfoto) terlalu tajam, terlalu baru barang itu sebagai sebuah foto yang dicetak dengan kertas foto di tahunnya ya. Karena kertas foto di tahun itu ada usianya," kata Roy Suryo.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu juga membandingkan pas foto Jokowi itu dengan pasfoto di ijazah milik rekannya, Rismon Sianipar. "Bahkan ijazah Dr. Rismon sendiri yang usianya baru sekitar kira-kira 23 tahun itu pun sudah mulai meluber ya. Ini masih sangat tegas dan jelas ya tidak," jelas Roy Suryo.
Sehingga, ia tetap menyimpulkan ijazah Jokowi yang ditunjukkan Polda Metro Jaya, palsu. “Jadi hasil dari kami 99,9 persen palsu tidak berubah. Bahkan sampai the last minute, kami akhirnya tadi ditunjukkan sebuah barang yang diklaim bahwa ijazah asli katanya, ijazah analog milik seorang yang namanya Joko Widodo,” kata Roy Suryo.