Apakah ASUS benar‑benar keluar dari bisnis smartphone di 2026? Analisis lengkap dan tren industri

Erlita Irmania
0
Apakah ASUS benar‑benar keluar dari bisnis smartphone di 2026? Analisis lengkap dan tren industri

Priangan Insider - Belakangan ini, muncul kabar bahwa ASUS tidak akan merilis smartphone baru sepanjang tahun 2026. Informasi ini pertama kali muncul melalui laporan dari media teknologi global yang menyebutkan bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut tidak memiliki rencana untuk menghadirkan model baru dari lini Zenfone maupun ROG Phone pada tahun ini.

Namun, keputusan ini bukan berarti ASUS sepenuhnya meninggalkan pasar smartphone, melainkan lebih tepat dipandang sebagai penundaan sementara peluncuran perangkat baru.

Meski ASUS menghentikan peluncuran smartphone baru, perusahaan tetap akan memberikan dukungan purna jual untuk perangkat lama, termasuk pembaruan sistem operasi, servis, dan klaim garansi. Hal ini menunjukkan bahwa ASUS masih mempertahankan kehadirannya di pasar smartphone, meski dengan strategi yang lebih selektif dan berhati-hati.

Sejarah ASUS di Pasar Smartphone

ASUS masuk ke pasar smartphone pada 2014 dengan meluncurkan seri Zenfone. Zenfone dirancang untuk segmen entry‑level hingga menengah, menekankan keseimbangan antara performa, desain, dan harga yang kompetitif. Dengan cepat, Zenfone memperoleh perhatian karena menawarkan fitur premium dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan pesaing.

Pada 2018, ASUS memperkenalkan ROG Phone, lini smartphone khusus untuk gaming. ROG Phone menampilkan performa tinggi, sistem pendingin yang canggih, layar dengan refresh rate tinggi, dan dukungan aksesori gaming. Strategi ini menempatkan ASUS pada segmen niche, yakni konsumen yang membutuhkan smartphone gaming kelas atas, sekaligus membedakan ASUS dari merek lain yang bersaing di pasar umum.

Lini terbaru sebelum penundaan ini termasuk Zenfone 12 Ultra dan ROG Phone 9. Zenfone 12 Ultra menawarkan kemampuan fotografi dan AI canggih, sedangkan ROG Phone 9 menekankan performa tinggi dan fitur gaming. Kedua lini ini menandai fokus ASUS pada teknologi inovatif, namun menghadapi tantangan persaingan global.

Pangsa Pasar ASUS Secara Global dan Lokal

Secara global, ASUS memiliki pangsa pasar smartphone yang relatif kecil, kurang dari satu persen, jauh di bawah pemimpin pasar seperti Apple, Samsung, Xiaomi, dan Oppo. Persaingan ketat dari merek Tiongkok yang mampu memproduksi smartphone dalam volume besar membuat pangsa pasar ASUS sulit berkembang.

Di pasar lokal, termasuk Indonesia, ASUS memiliki basis penggemar loyal, terutama pengguna ROG Phone dan Zenfone di kelas menengah. Namun, volume penjualan ASUS tetap kalah jauh dibanding merek-merek lain. Pangsa pasar yang kecil membuat ASUS harus berhati-hati dalam meluncurkan produk baru, terutama karena biaya produksi dan distribusi semakin tinggi.

Alasan di Balik Keputusan ASUS

Keputusan ASUS untuk tidak meluncurkan smartphone baru pada 2026 dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Pertama, tekanan biaya produksi. Harga komponen seperti memori DRAM, chip prosesor, dan modul kamera meningkat secara signifikan, membuat biaya produksi lebih tinggi. Bagi perusahaan dengan pangsa pasar kecil seperti ASUS, kenaikan biaya ini berdampak signifikan terhadap margin keuntungan.

Kedua, persaingan pasar yang ketat. Pasar smartphone global didominasi merek-merek besar yang memiliki kemampuan produksi masif dan biaya distribusi lebih rendah. ASUS, meski menawarkan desain dan fitur unggulan, menghadapi kesulitan bersaing secara volume dan harga.

Ketiga, strategi fokus produk lain. ASUS tampaknya mengalihkan fokus pada lini produk lain seperti laptop gaming, PC, dan perangkat berbasis AI, yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi. Strategi ini memungkinkan perusahaan mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien.

Keempat, fokus pada inovasi berbasis AI dan gaming. Meski menunda smartphone baru, ASUS tetap menjaga inovasi di perangkat yang ada, terutama ROG Phone dan Zenfone seri terbaru. Pengembangan software, integrasi AI, dan aksesori gaming menjadi prioritas untuk menjaga relevansi di segmen niche.

Dampak bagi Konsumen dan Industri

Bagi konsumen, penundaan ini berarti tidak akan ada model baru ASUS sepanjang 2026, tetapi dukungan terhadap perangkat lama tetap berjalan. Hal ini mencakup pembaruan sistem, keamanan, dan layanan purna jual.

Bagi industri, langkah ASUS mencerminkan tren yang lebih luas: perusahaan kecil atau niche harus menyesuaikan strategi menghadapi tekanan biaya, persaingan global, dan perubahan fokus teknologi. Produsen cenderung menekankan inovasi dan diferensiasi produk untuk mempertahankan posisi di pasar tertentu.

Prediksi Tren Smartphone Hingga 2027

Pasar smartphone global diperkirakan tetap berkembang, terutama pada segmen perangkat pintar dengan integrasi AI, pengalaman pengguna yang lebih personal, dan fitur gaming yang semakin canggih. Produsen besar kemungkinan akan terus mendominasi pangsa pasar global, sementara perusahaan dengan pangsa pasar lebih kecil, termasuk ASUS, mungkin fokus pada segmen niche atau produk premium dengan nilai tambah tinggi.

Selain itu, adopsi teknologi AI generatif, kamera canggih, dan konektivitas 5G/6G diprediksi menjadi standar baru di smartphone. Hal ini membuka peluang bagi ASUS untuk mengembangkan ROG Phone dengan teknologi gaming dan AI yang inovatif, sehingga meski menunda peluncuran, perusahaan tetap memiliki peluang untuk kembali bersaing dengan produk unggulan di masa depan.

Keputusan ASUS untuk menunda peluncuran smartphone baru pada 2026 lebih tepat disebut sebagai penyesuaian strategi, bukan sinyal keluar dari pasar smartphone secara keseluruhan. Perusahaan tetap mendukung perangkat lama dan berfokus pada inovasi di segmen niche, termasuk gaming dan AI. Tekanan biaya, persaingan ketat, dan perubahan fokus produk menjadi faktor utama di balik keputusan ini.

Bagi konsumen dan pengamat industri, langkah ASUS menunjukkan bahwa perusahaan besar mampu beradaptasi dengan dinamika pasar tanpa meninggalkan pasar smartphone sepenuhnya. ASUS kemungkinan akan kembali meluncurkan produk baru di masa mendatang ketika kondisi pasar lebih menguntungkan atau ketika fokus pada inovasi tertentu telah siap untuk diluncurkan.(***) 

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default