Pengadilan Evia Mangolo dijadwalkan Rabu pekan ini

Erlita Irmania
0
Pengadilan Evia Mangolo dijadwalkan Rabu pekan ini

Penyidik Polda Sulut Akan Gelar Perkara Kasus Kematian Evia Maria Mangolo

Kuasa hukum keluarga almarhumah Evia Maria Mangolo, Niczem Alfa Wengen, mengungkapkan bahwa pihak penyidik Polda Sulawesi Utara berencana menggelar perkara kasus kematian Evia pada Rabu (28/1/2026) pekan ini. Informasi ini disampaikan Niczem saat diwawancarai Tribun Manado melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (26/1/2026).

“Iya, tadi pagi kami sudah mengonfirmasi pihak penyidik Polda Sulut di unit PPA. Rencananya gelar perkara akan dilaksanakan hari Rabu, minggu ini,” ujar Niczem.

Niczem menjelaskan, dalam tahapan penyelidikan, pihak keluarga dan kuasa hukum telah menyerahkan sejumlah bukti serta menghadirkan saksi-saksi untuk memberikan keterangan.

“Pada intinya, dalam tahapan penyelidikan kami sudah membawa bukti dan juga menghadirkan saksi. Ada beberapa saksi yang hadir dan memberikan keterangan. Harapan kami, dari gelar perkara ini kasus bisa naik ke tahap penyidikan, supaya kasus meninggalnya almarhum Evia Maria Mangolo bisa terungkap secara terang-menderang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Niczem menegaskan harapan besar keluarga agar setelah gelar perkara, penyidik segera menetapkan tersangka jika ditemukan unsur pidana.

“Harapan keluarga, setelah gelar perkara dan naik ke penyidikan, secepatnya bisa ditetapkan tersangka. Kalau memang ada oknum yang terlibat dalam kematian Evia, maka harus ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Terkait bukti yang dimiliki pihak keluarga dan kuasa hukum, Niczem menyebutkan adanya beberapa alat bukti penting.

“Bukti yang kami pegang antara lain bukti chatting, bukti video, serta keterangan dari beberapa saksi yang melihat secara langsung Evi naik ke mobil yang diduga milik oknum dosen berinisial DM,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai rekaman CCTV yang sempat menjadi sorotan publik, Niczem mengaku pihaknya merasa ada kejanggalan.

“CCTV itu ada, tapi yang berfungsi hanya di sebelah kiri. CCTV di sebelah kanan yang diharapkan bisa merekam seluruh kejadian justru merupakan CCTV baru. Saat kami konfirmasi ke penyidik, disampaikan bahwa memorinya tidak ada, berdasarkan keterangan dari Ibu kos,” jelas Niczem.

Ia menambahkan, pihaknya keberatan dengan keterangan tersebut dan berharap dalam tahap penyidikan nanti, pihak-pihak terkait kembali dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Harapan kami, setelah naik penyidikan, Ibu kos bisa dipanggil kembali, begitu juga orang-orang di sekitar lokasi,” katanya.

Niczem menegaskan bahwa pihaknya merasa ganjil dengan informasi terkait CCTV tersebut.

“Kami merasa ganjal, terutama karena adanya keterangan yang berubah-ubah dari Ibu kos terkait rekaman CCTV,” tutupnya.

Ferdinand Dumais Akan Kawal Kasus Kematian Evia

Kasus kematian Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang tewas tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), terus mendapat perhatian publik. Pemerhati masalah sosial dan hak asasi manusia Ferdinand Dumais menyatakan akan terus mengawal penuntasan kasus tersebut.

"Saya akan kawal dalam koridor penegakkan hukum untuk memberi keadilan kepada korban," katanya Minggu (25/1/2026). Menurut anggota DPRD Manado dari fraksi Gerindra ini, ada hal-hal tertentu yang serasa belum terungkap dalam kasus kematian tersebut. Untuk itu, kasus itu perlu dikawal agar tuntas.

"Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama mengawal agar kasus itu bisa dituntaskan aparat kepolisian dan keadilan ditegakkan," katanya. Ferdinand berencana membentuk tim pencari fakta untuk menuntaskan misteri kasus kematian Evia.

Ferdinand mengaku merasa terpanggil karena kasus itu mengusik nuraninya. "Dari ibunya saya mengetahui bagaimana kesedihan mereka, ini masalah dignity, seorang siswi yang bertekad untuk bersekolah demi membanggakan orang tuanya yang susah, dan semua berakhir seperti ini, ada sebuah tuntutan nurani untuk memperjuangkan penuntasan kasus ini agar keluarga beroleh keadilan dan juga agar jangan terulang lagi di kemudian hari," katanya.

Isi Hati Ibunda Evia

Alfrita Lontolawa, ibunda dari Evia, mahasiswi Unima yang meninggal dunia tak wajar di tempat kos di Tomohon, mengungkapkan isi hatinya dalam sebuah tulisan di medsos yang diteruskan pada Tribunmanado, Kamis (22/1/2026). Isinya membantah keterangan dari pihak kepolisian dalam konferensi pers di Polda Sulut beberapa waktu lalu.

Menurut dia, hubungan Evia dan keluarganya baik-baik saja. Komunikasi berlangsung dalam suasana penuh cinta kasih.

"Sebagai orang tua berkomunikasi selalu dengan anak kami selalu diawali dengan kata halo kuko polo sayang, itu nama panggilan sayang untuk almarhum Kuko Evia," kata dia. Ia mengaku sering mengirimi anaknya yang kuliah. Pembayaran semester selalu terpenuhi.

"Ada bukti transfer yang saya simpan," katanya. Ia juga membantah keterangan yang menyebut anaknya depresi dalam study. Buktiannya, Evia selalu naik tingkat dan nilainya baik.

"Nilainya di setiap semester banyak yang A, apa lagi di usia yang baru 21 tahun sudah masuk di semester 8 Dan nilainya juga A," kata dia. Ia menuturkan, Evia dalam storynya menunjukkan ia telah berhasil menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Evia menyebut hal itu sebagai hadiah Natal sang ibu.

Dan anak saya juga menelfon mama doain ya pa kuko supaya boleh wisuda, saya jawab ia Kulo polo mama selalu doain yg terbaik buat kuko polo, ia juga katakan ingin cari kerja agar supaya adiknya bisa masuk tentara," kata dia.

Dia juga angkat bicara mengenai hubungan Evia dan sang pacar. Menurut dia, keduanya baik-baik saja.

"Rencananya abis wisuda mereka mau tunangan, sekali lagi saya membantah ank saya tidak Depresi , karena anak saya rajin berdoa, pimpin ibadah Rosario, masuk gereja saya percaya Tuhan adalah Hakim Yang Adil," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default