Duka Mendalam Menyelimuti Pemakaman Bapak dan Anak Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans
Pemakaman bapak dan anak korban kecelakaan bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Semarang, berlangsung dalam suasana yang penuh duka. Sugimo (62) dan Anis Munandar (32), dua anggota keluarga yang tewas dalam kejadian maut tersebut, dimakamkan dalam satu liang lahat. Prosesi pemakaman ini menimbulkan rasa sedih yang mendalam bagi seluruh keluarga dan warga sekitar.
Suasana Histeris Saat Pemakaman
Saat peti jenazah kedua korban diangkat dari rumah duka, suasana sempat histeris. Seorang keponakan korban terlihat menangis histeris dan akhirnya pingsan. Warga segera memberikan pertolongan dan membawa perempuan tersebut ke dalam rumah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Isak tangis keluarga terus terdengar sepanjang prosesi pemberangkatan jenazah menuju tempat pemakaman umum. Di lokasi pemakaman, para pelayat tampak menundukkan kepala sambil mencoba menenangkan keluarga yang sedang terpukul oleh kehilangan dua anggota keluarga sekaligus.

Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat
Prosesi pemakaman berjalan dengan lancar. Jenazah Sugimo dimasukkan ke dalam tanah terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh jenazah Anis Munandar. Kepala Desa Banyudono, Dwi Tanto, menyebut kecelakaan ini sebagai pukulan berat bagi keluarga besar korban. "Korban ini satu keluarga. Kehilangan bapak dan anak sekaligus tentu sangat berat," ujarnya.
Dari informasi yang diperoleh, Sugimo dan Anis Munandar tewas dalam kecelakaan bus Cahaya Trans saat perjalanan pulang dari Jakarta setelah menjenguk keluarga. Dalam kejadian tersebut, empat anggota keluarga dinyatakan meninggal dunia.

Korban Lain yang Juga Satu Keluarga
Selain Sugimo dan Anis, ada korban lain yang juga masih satu keluarga. Dua korban lainnya adalah Ngatiyem (48) dan Srihono (53). Mereka berasal dari daerah lain, yaitu Dukuh/Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, dan Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.
Menurut Kepala Desa Banyudono, Dwi Tanto, para korban mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang usai mengunjungi keluarga di Jakarta. "Ada lima orang anggota keluarga yang berangkat ke Jakarta untuk menjenguk saudara yang melahirkan," tambahnya.
Namun, saat perjalanan pulang, bus yang ditumpangi para korban mengalami kecelakaan, sehingga empat dari lima anggota keluarga tersebut meninggal dunia.

Tangis Keluarga di Boyolali
Tangis keluarga pecah saat kedatangan jenazah Sugimo dan Anis Munandar. Jenazah ayah dan putra sulung itu tiba di Boyolali pada pukul 14.50 WIB. Keluarga dan warga tak mampu membendung air mata saat kedua jenazah diangkat dari mobil jenazah.
Kedua jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka. Sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah, jenazah akan disalatkan di masjid setempat.

Lokasi Pemakaman yang Dekat dengan Rumah Duka
Lokasi pemakaman tersebut tidak jauh dari rumah duka, hanya berjarak sekitar dua bangunan dari panti asuhan dan TK. Pantauan Erfa News di lapangan menunjukkan suasana duka menyelimuti rumah duka di Dukuh Gotakan RT 02/RW 04, Desa Banyudono.
Hujan lebat tak menyurutkan para tetangga untuk membantu persiapan upacara pemakaman, mulai dari memasang tenda, menata kursi, hingga menyiapkan bunga. Di sisi lain, warga juga menggali liang lahat untuk memakamkan bapak dan anak tersebut.
Warga Klaten Juga Jadi Korban
Empat warga Klaten dikabarkan tewas dalam insiden kecelakaan di Tol Semarang pada Senin (22/12/2025). Mereka yang tewas ini merupakan penumpang bus Cahaya Trans. Keempat korban tersebut adalah Sadimin (57), Srihono (53), Listiana (44), dan Yanto (47).
Erfa News mendatangi salah satu rumah dari korban tewas yakni Srihono (53). Rumah duka berada di Dukuh Gatak Demangan, Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Pantauan Erfa News di lokasi menunjukkan warga sekitar membantu persiapan pemakaman, mulai dari menyiapkan payung, ubo rampe pemakaman, hingga nisan kayu.
Perjalanan ke Jakarta untuk Menjenguk Keluarga
Salah satu keluarga korban, Susanto, yang merupakan adik Srihono, mengatakan kakaknya berangkat ke Jakarta bersama sang istri, Rujianti, untuk menjenguk keluarga. "Mereka berangkat bersama untuk menengok keluarga yang habis melahirkan di Cikarang," ujarnya kepada Erfa News, Senin (22/12/2025).
Menurut Susanto, Srihono dan istrinya berangkat dalam satu rombongan keluarga. "Berangkatnya rombongan, bersama keluarga dari Boyolali," jelasnya. Adapun keluarga dari Boyolali yang turut berangkat yakni Ngatiyem (48), Anis Munandar (36), dan Sugimo (62).
Susanto menambahkan, kabar duka mengenai meninggalnya sang kakak pertama kali diterima keluarga dari Kepala Desa. "Keluarga di sini tahu setelah dikabari Pak Kepala Desa," ucapnya. Terkait waktu pemakaman, pihak keluarga masih menunggu informasi lebih lanjut.