Peningkatan Kendaraan di Wilayah Sumatera Barat Saat Libur Nataru
Selama libur Nataru, tercatat peningkatan jumlah kendaraan yang memasuki wilayah Sumatera Barat. Hal ini terlihat jelas pada antrean di jalan Lembah Anai, yang masih menerapkan sistem buka tutup akibat perbaikan jalan. Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot menyebutkan bahwa kendaraan dari arah Riau mulai meningkat, terutama yang menuju ke Padang. Kepadatan kendaraan juga terlihat dibandingkan hari sebelumnya, karena warga Sumatera Barat juga mulai berlibur.
Akses jalan di Lembah Anai masih menggunakan sistem buka tutup. Kendaraan roda empat hanya bisa lewat mulai pukul 17:00 WIB dan kembali ditutup pada pukul 08:00 WIB. Pengendara sudah mulai antri sejak pukul 14:00 WIB, dengan antrean yang cukup panjang. Dari arah Padang-Bukittinggi, antrean terakhir berada di Malibo (di depan iiBumi), sementara dari arah sebaliknya, yakni Padang Panjang-Padang, antrean sampai objek wisata pemandian Mifan.
Satuan Lalu Lintas (Sanlantas) Polres Padang Panjang mengimbau pengendara untuk tidak saling mendahului dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Kesadaran pengendara sangat diperlukan untuk menghindari kemacetan dan tumpukan kendaraan. Selain itu, pengendara diminta untuk memastikan rem mobil dalam kondisi layak pakai. Kondisi cuaca saat ini cukup bersahabat, sehingga masyarakat bisa lewat dengan aman dan lancar serta selamat sampai tujuan.
Update Bencana Agam: Korban Meninggal Tembus 163 Orang, Jalur Terisolir Mulai Terbuka
Dampak bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh curah hujan tinggi sejak 19 November 2025 lalu di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus menunjukkan perkembangan terbaru. Berdasarkan update terbaru Pemerintah Kabupaten Agam hingga Jumat (26/12/2025), upaya penanganan darurat dan pendataan korban masih terus dilakukan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti mengungkapkan bahwa jumlah korban jiwa akibat bencana ini mencapai 163 orang. Angka ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Agam mengingat skala bencana yang terjadi cukup masif. Selain korban meninggal, petugas di lapangan juga masih melakukan pencarian terhadap 38 orang yang dinyatakan hilang.
Proses evakuasi dan pencarian korban dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Mengenai akses transportasi, sejumlah titik yang sebelumnya terisolir mulai menunjukkan kemajuan. Di Kecamatan Palupuh, tepatnya di lokasi Banio Baririk, Nagari Pagadih, saat ini jalan sudah mulai bisa dilewati meskipun terbatas hanya untuk kendaraan roda dua. Kabar baik datang dari lokasi Air Kijang, Nagari Nan Tujuh, yang juga berada di Kecamatan Palupuh. Jalur tersebut dilaporkan sudah bisa diakses sepenuhnya, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun, kendala berat masih ditemukan di Kecamatan Malalak. Di lokasi Sini Air, Malalak Selatan, ada jembatan yang masih runtuh. Di wilayah lain, seperti Jorong Lambeh di Kecamatan Palembayan dan Jorong Pabatuangan di Kecamatan Matur, akses jalan berangsur membaik. Kedua lokasi tersebut saat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.
Pemkab Tanah Datar Siapkan 2 Hektare Lahan untuk Huntap Terpadu untuk Korban Banjir Bandang
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyiapkan lahan seluas sekitar dua hektare untuk pembangunan Huntap Terpadu Tanah Datar bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Lahan tersebut disiapkan sebagai lokasi relokasi terpadu bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan bahwa lahan Huntap Terpadu Tanah Datar berada di Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan, dan bersebelahan dengan kawasan hunian tetap yang telah ada. Pemerintah daerah menempatkan lokasi ini untuk mendukung percepatan pembangunan hunian bagi warga terdampak. Menurut Bupati Eka Putra, di lokasi seluas 2 hektare ini nantinya akan dibangun sebanyak 34 unit Huntap Terpadu yang akan diperuntukkan bagi warga masyarakat yang rumahnya telah hanyut terbawa arus banjir bandang yang terjadi.
Lahan yang disiapkan kurang lebih seluas 2 hektare dan lokasinya berdampingan dengan Huntap yang sudah ada. Tentu ini, disiapkan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap masyarakatnya yang tertimpa musibah dengan skema Huntap Terpadu.
Akses Jalan Palupuh dan Palembayan Agam Dibuka, Kendaraan Roda Dua Sudah Bisa Melintas
Setelah sempat terisolasi akibat kepungan bencana sejak pertengahan November lalu, akses transportasi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai menunjukkan titik terang. Jalur krusial di wilayah Palupuh, Palembayan, hingga Matur kini berangsur membaik dan mulai bisa dilalui kendaraan, meski petugas masih berjibaku memperbaiki jembatan yang runtuh di wilayah Malalak.
Mengenai akses transportasi, sejumlah titik yang sebelumnya terisolir mulai menunjukkan kemajuan. Di Kecamatan Palupuh, tepatnya di lokasi Banio Baririk, Nagari Pagadih, saat ini jalan sudah mulai bisa dilewati meskipun terbatas hanya untuk kendaraan roda dua. Kabar baik datang dari lokasi Air Kijang, Nagari Nan Tujuh, yang juga berada di Kecamatan Palupuh. Jalur tersebut dilaporkan sudah bisa diakses sepenuhnya, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun, kendala berat masih ditemukan di Kecamatan Malalak. Di lokasi Sini Air, Malalak Selatan, ada jembatan yang masih runtuh. Di wilayah lain, seperti Jorong Lambeh di Kecamatan Palembayan dan Jorong Pabatuangan di Kecamatan Matur, akses jalan berangsur membaik. Kedua lokasi tersebut saat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.



